Lagi-lagi, ini tentang Kantong Plastik (Kresek) dengan seperak harganya, seratus kegunaannya, sejuta permasalahannya, semilyar penggunanya, dan setriliun kerugian-kerugian yang ditimbulkannya akibat penggunaannya..
Sebagai konsumen yang cukup sering menggunakan kantong plastik, kita jarang untuk memikirkan tentang plastik. Berasal darimanakah? dibuat dari apakah? amankah untuk digunakan? kemanakah setelah digunakan? dan apa dampaknya bagi tempat tinggal kita (bumi)?
Pertanyaan-pertanyaan diatas terdengar sepele di tengah percepatan pertumbuhan ekonomi negara-negara dunia. Orang-orang menggunakan kantong plastik untuk membungkus barang yang dibeli dalam jumlah banyak. Diperkirakan tiap tahun 500 miliar hingga 1 ton triliun kantong plastic digunakan di seluruh dunia. Bandingkan dengan jumlah penduduk dunia pada tahun 2010 menurut Biro Sensus Amerika Serikat yang hanya 6,8 milyar. Secara umum, ternyata manusia sekarang hidup terlalu boros dalam penggunaan produk yang berasal dari minyak bumi ini. Hal ini tidak terlepas dari kejayaan teknologi yang berhasil menciptakan produk olahan zat kimia ini, produk ini bersifat kuat, elastik, tahan lama, dan sangat murah. Namun ketika produk ini dibuang/dikubur ke tanah, butuh waktu ratusan atau bahkan ribuan tahun untuk terurai dalam tanah. Tak heran jika kita melihat banyak kantong plastik yang banyak berserakan di tempat tinggal kita.
Saat berbicara soal solusi, kita hampir tidak menemukannya karena mentok di masalah biaya produksi. Tidak akan ada lagi air mineral dalam kemasan, makanan ringan, dan produk-produk sajian dalam kemasan yang sangat sering dikonsumsi dan dibutuhkan oleh masyarakat, dalam harga MURAH. Sebut saja kantong plastik degradable yang saat ini sedang trend di hampir seluruh retailer telah menggunakannya. Harganya 100-500 persen lebih mahal dari kantong plastik konvensional. Disamping kontroversinya yang katanya dapat terdegradasi 8 minggu (berbahan organik) dan 2 tahun (berbahan oxi*m), namun sebenarnya akan masih menyisakan zat kimia dari kantong plastik pada umumnya. Kemudian kesalahpahaman di masyarakat tentang produk yang katanya lebih ‘green/eco’ itu justru membuat masyarakat semakin tidak sadar menggunakannya dan tetap mengkonsumsinya secara tidak bijak dan menyampah.
Pada akhirnya ini bukan salah siapa-siapa, tetapi ini tantangan kita semua untuk menyelesaikannya secara bersama-sama.
3 Juli, ternyata bukan seperti tanggal biasa, karena sejak 2 tahun lalu sudah ditetapkan sebagai INTERNATIONAL PLASTIC BAG FREE DAY. Dikarenakan isu kantong plastik yang memang telah menjadi permasalahan di segala belahan dunia. Seluruh warga dunia diminta aktif untuk mengurangi dan menghentikan penggunaan kantong plastik ini. Momentum ini kita butuhkan layaknya kita menyadari seluruh hari itu memang spesial. Sehingga mari kita kampanyekan dimulai dari tanggal itu, secara bersama-sama dan aktif mengajak masyarakat untuk menemukan solusi ‘Bagaimana kalau kita tidak menggunakan kantong plastik?’.
Karena,
kantong plastik masih murah?
kantong plastik didapatkan secara cuma-cuma?
banyak kegiatan yang menggunakan kantong plastik?
tas pakai ulang harganya masih mahal?
kantong plastik digunakan untuk membungkus sampah?
kita terbiasa menggunakan kantong plastik?
Mari kita ber-SOLUSI.
“Daripada mengutuk kegelapan, mari menyalakan terang untuk kehidupan kita yang lebih baik”
Bandung, 2 Juli 2011
Aliansi Diet Kantong Plastik



